HAPPY NEWYEAR 2013

Selasa, 10 Juni 2014

KELUARGA ADALAH YANG TERPENTING


Di luar rumah,
seseorang beramah tamah.

Di dalam rumah,
jadi marah², masalah sepele menjadi besar.

Di luar rumah,
seseorang tertawa bahagia.

Di dalam rumah,
jadi sensitive & pemurung.

Di luar rumah,
seseorang bisa mengajarkan kehidupan.

Di dalam rumah,
sibuk menghajar anak dgn kasar.

Di luar rumah,
seseorang sibuk berderma & bersedekah.

Di dalam rumah,
sibuk menghitung pengeluaran rumah tangga dgn rinci & tanpa kompromi.

Itulah MANUSIA yg mempunyai KARAKTER GANDA,
Di luar menciptakan KEBAIKAN,
Di dalam menunjukan KEBUSUKAN aslinya;
Yg terlihat hanya TAMPILAN LUARnya.

Di mana pun kita berpijak,
ingatlah selalu untuk tidak menjadikan diri sebagai pribadi dgn KARAKTER GANDA,
karena akan sulit bagi kita menjalaninya.

Dan pastinya akan ada yg di korbankan,
yaitu orang terdalam, yg tak lain adalah KELUARGA.

Karena percuma bagi seseorang bila sudah sukses di segala hal,
namun keluarganya sendiri berantakan tak tertata,
pastilah ada ”sesuatu” di dalamnya.

Satu hal penting,
bahwa KELUARGA ADALAH BAGIAN TERPENTING DI DALAM KEHIDUPAN SESEORANG.

Karena sumber KEBAHAGIAAN, DUKUNGAN, & DOA, selalu berawal dari KELUARGA.

“Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.”

ANAK LAKI-LAKI DAN ESKRIM


Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun  pergi ke kios yang menjual eskrim.


Pelayan toko:" ♍ǻΰώ​ pesan apa, dik ??

Anak :" berapa harga satu ESKRIM  CONE ,mbak ??

Pelayan :" 6000 Rupiah dik

Anak laki2 itu merogoh sakunya dan kemudian ia bertanya lagi: " berapa harga yang kecil, mbak?"

Pelayan kios agak kesal dan suaranya meninggi : 3000 Rupiah...!!"
.
Anak laki kecil itupun memesan. ESKRIM yang kecil , setelah mendapatkannya iapun membayar dan kemudian pergi kemejanya  untuk menikmati Eskrim tsb.

Ketika pelayan itu datang untuk membersihkan meja, dan mengambil rak kosong tadi , iapun tak tahan membendung airmatanya.

Anak lelaki kecil tadi meninggalkan 3000 rupiah sebagai Tip untuk si pelayan tersebut.
.
"BUATLAH SETIAP ORANG BAHAGIA. DENGAN APA YANG KAU MILIKI "
.

MAKNA SEBUAH PEKERJAAN



Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.”

”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.

”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”

Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.

Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.

”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”

Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,

”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.

Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.


SUMBER


KISAH TUKANG GORENGAN


Alkisah ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal.

Tanpa terasa, sudah lebih dari 20 tahun dia menjalani usahnya itu. Namun tidak ada perubahan yang berarti; usahanya tetap begitu2 saja.

Suatu hari, datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan gerobak gorengannya. Pria itu bertanya, “Ada gorengan buntut singkong, Pak?”

Si tukang gorengan lantas menjawab, “Nggak ada, Mas.”

“Saya kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main di dekat gerobak bapak,” ujar pria muda itu.

Tukang gorengan terperangah. “Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong.. Kenapa kamu masih ingat saya?”

“Bapak tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci. Semoga Bapak bahagia,” lanjut pria itu.

Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya. Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar!

Selalu bersyukur & berbuat baik. Sekecil apa pun, asal ikhlas dan tulus, pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan.(iphin)

 

SUMBER: kisah inspiratif

KAKEK DAN DUA ANAK KECIL

 

 FOTO HANYA ILUSTRASI / BUKAN SEBENARNYA

 

Ada seorang kakek dengan 2 orang anak yg masih kecil, mereka lagi naik kereta api ekonomi.

Di dalam kereta, anak-anak itu sangat ribut sehingga menggangu penumpang yang lain berlarian kesana kemari teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan mereka.

Seorang ibu yg merasa sangat terganggu, berkata dg suara keras "Aduh.. anak siapa sih ini? Tlg dijagain dengan baik dong.. Ribut dan sangat  mengganggu sekali !!"

Kakek tsb langsung menghampiri ibu itu dan berkata "Bu, maaf anak-anak tsb sudah mengganggu. Tiga hari yang lalu mereka baru saja kehilangan kedua orangtuanya akibat kecelakaan pesawat. Sejak itu mereka tidak berhenti menangis dan baru hari ini saya melihat mereka tertawa saya tidak sampai hati  memberhentikan tawanya."
"oh.. " desah Ibu itu dg perlahan.

"Tapi ini akan kucoba suruh mereka diam ..."

"Gak.. gak usah Pak. Biarkan aja.." sang ibu kemudian kembali ke tempat duduknya dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi sambil meneteskan air matanya.

Kini marahnya berubah menjadi sayang, bencinya jadi simpati.
Ibu itu sangat senang melihat anak yatim piatu itu bisa tertawa lepas.

Sobat,
yakinlah pada saat kita mau membuka mata hati dan pendengaran, pastilah hidup ini lebih mudah untuk dipahami.

Kebencian jadi kasih sayang, dendam jadi persahabatan.
Tidak ada yang salah dalam kehidupan ini, yang salah adalah pada saat kita tidak berusaha mau mengerti tentang kehidupan.

JIKA HARI ESOK TAK PERNAH DATANG


Bagaimana Jika Hari Esok Tak Akan Datang

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.

Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya, aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.

Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.

Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?

Karena bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari.

Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman. Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.

Jadi, dekap erat orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.

Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “Aku tidak apa-apa”

Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini.

[Norma Cornett Marek ~ 1989]

PINSIL DAN PENGHAPUS

 

The relationship!


Pencil :  I’m sorry….


Eraser : For what? You didn’t do anything wrong.


Pencil : I’m sorry cos you get hurt bcos of me. Whenever I made a mistake, you’re always there to erase it. But as you make my mistakes vanish, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller each time.
Eraser:That’s true. But I don’t really mind. You see, I was made to do this. I was made to help you whenever you do something wrong. Even though one day, I know I’ll be gone and you’ll replace me with a new one, I’m actually happy with my job.. So please, stop worrying. I hate seeing you sad. 

I found this conversation between the pencil and the eraser very
inspirational. Parents are like the eraser whereas their children are the pencil. They’re always there for their children, cleaning up their mistakes. Sometimes along the way… they get hurt, and become smaller (older, and eventually pass on). Though their children will eventually find someone new (spouse), but parents are still happy with what they do for their children, and will always hate seeing their precious ones worrying, or sad.

This is for all parents out there…..


KASIH

Pensil : oh...maaf !!

Pennghapus : untuk apa???..kamu tidak bersalah..?!

Pensil:" karena setiap aku salah, pasti engkau terluka , dengan selalu  membersihkan kesalahanku!,dan  engkau pasti  ada untukku Setiap aku melakukan kesalahan !  engkau menghapus semua kesalahanku, walau itu berarti harus menyakiti dirimu dan membuatmu terluka, engkau semakin  kecil  dan terus  semakin kecil !

Penghapus : itu benar! Tapi tidak apa-apa, lihatlah  aku diciptakan memang untuk itu , untuk membantumu ketika kamu berbuat salah, walaupun suatu hari aku akan punah dan harus digantikan dengan yang baru !,tapi sesungguhnya aku berbahagia dapat melakukan itu bagimu  , berhentilah khawatir akan aku.? Dan janganlah bersedih.

Saya melihat percakapan antara pensil dan penghapus ini sangat inspirasional,
Bagaikan kasih orng tua terhadap anaknya, yang selalu melindungi anaknya dengan kasih dan  menjaga serta menghapus kesalahan anaknya  sepanjang waktu, walaupun suatu hari sang anak menikah dan mendapat pengganti orang tua  yang semakin  lemah , tetapi orangtua selalu tidak ingin anaknya khawatir dan bersedih untuknya.!

Terimakasih untuk semua orang tua 

 

 ide dari SUMBER