“Saya tidak tahu bagaimana surga itu, namun saya tahu bahwa ketika kita meninggal dan tiba waktunya Tuhan untuk mengadili kita, beliau tidak akan bertanya, berapa banyak kebaikan yang telah engkau lakukan dalam kehidupanmu?, malahan beliau akan bertanya, berapa banyak kasih yang engkau beri pada sesuatu yang engkau kerjakan?” Bunda Theresa
HAPPY NEWYEAR 2013
Selasa, 10 Juni 2014
ANAK LAKI-LAKI DAN ESKRIM
Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun pergi ke kios yang menjual eskrim.
Pelayan toko:" ♍ǻΰώ pesan apa, dik ??
Anak :" berapa harga satu ESKRIM CONE ,mbak ??
Pelayan :" 6000 Rupiah dik
Anak laki2 itu merogoh sakunya dan kemudian ia bertanya lagi: " berapa harga yang kecil, mbak?"
Pelayan kios agak kesal dan suaranya meninggi : 3000 Rupiah...!!"
.
Anak
laki kecil itupun memesan. ESKRIM yang kecil , setelah mendapatkannya
iapun membayar dan kemudian pergi kemejanya untuk menikmati Eskrim tsb.
Ketika pelayan itu datang untuk membersihkan meja, dan mengambil rak kosong tadi , iapun tak tahan membendung airmatanya.
Anak lelaki kecil tadi meninggalkan 3000 rupiah sebagai Tip untuk si pelayan tersebut.
.
"BUATLAH SETIAP ORANG BAHAGIA. DENGAN APA YANG KAU MILIKI "
.
MAKNA SEBUAH PEKERJAAN
Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.
Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.
SUMBER
KISAH TUKANG GORENGAN
Alkisah
ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong
goreng yang tak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut
pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal.
Tanpa
terasa, sudah lebih dari 20 tahun dia menjalani usahnya itu. Namun tidak
ada perubahan yang berarti; usahanya tetap begitu2 saja.
Suatu
hari, datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan
gerobak gorengannya. Pria itu bertanya, “Ada gorengan buntut singkong,
Pak?”
Si tukang gorengan lantas menjawab, “Nggak ada, Mas.”
“Saya
kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya
baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya
mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak
selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main
di dekat gerobak bapak,” ujar pria muda itu.
Tukang gorengan terperangah. “Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong.. Kenapa kamu masih ingat saya?”
“Bapak
tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan
kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi
baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci.
Semoga Bapak bahagia,” lanjut pria itu.
Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya. Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar!
Selalu
bersyukur & berbuat baik. Sekecil apa pun, asal ikhlas dan tulus,
pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan.(iphin)
SUMBER: kisah inspiratif
KAKEK DAN DUA ANAK KECIL
FOTO HANYA ILUSTRASI / BUKAN SEBENARNYA
Ada seorang kakek dengan 2 orang anak yg masih kecil, mereka lagi naik kereta api ekonomi.
Di
dalam kereta, anak-anak itu sangat ribut sehingga menggangu penumpang
yang lain berlarian kesana kemari teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan
mereka.
Seorang ibu yg merasa sangat terganggu, berkata dg suara
keras "Aduh.. anak siapa sih ini? Tlg dijagain dengan baik dong.. Ribut
dan sangat mengganggu sekali !!"
Kakek tsb langsung menghampiri
ibu itu dan berkata "Bu, maaf anak-anak tsb sudah mengganggu. Tiga hari
yang lalu mereka baru saja kehilangan kedua orangtuanya akibat
kecelakaan pesawat. Sejak itu mereka tidak berhenti menangis dan baru
hari ini saya melihat mereka tertawa saya tidak sampai hati
memberhentikan tawanya."
"oh.. " desah Ibu itu dg perlahan.
"Tapi ini akan kucoba suruh mereka diam ..."
"Gak..
gak usah Pak. Biarkan aja.." sang ibu kemudian kembali ke tempat
duduknya dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi sambil meneteskan air
matanya.
Kini marahnya berubah menjadi sayang, bencinya jadi simpati.
Ibu itu sangat senang melihat anak yatim piatu itu bisa tertawa lepas.
Sobat,
yakinlah pada saat kita mau membuka mata hati dan pendengaran, pastilah hidup ini lebih mudah untuk dipahami.
Kebencian jadi kasih sayang, dendam jadi persahabatan.
Tidak ada yang salah dalam kehidupan ini, yang salah adalah pada saat kita tidak berusaha mau mengerti tentang kehidupan.
JIKA HARI ESOK TAK PERNAH DATANG
Bagaimana Jika Hari Esok Tak Akan Datang
Bila kutahu ini akan
menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, aku akan
menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga
jiwamu.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat
dirimu melangkah keluar pintu, aku akan memelukmu erat dan menciummu dan
memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.
Bila kutahu
ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, aku akan
merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa
hariku.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan
meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, untuk berhenti dan
mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.
Jadi
untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari
inilah yang kupunya, aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu
dan kuharap kita takkan pernah lupa.
Esok tak dijanjikan kepada
siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan
terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.
Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?
Karena bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari.
Saat
kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan
atau ciuman. Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang yang
ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.
Jadi, dekap erat
orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa
kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.
Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “Aku tidak apa-apa”
Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini.
[Norma Cornett Marek ~ 1989]
PINSIL DAN PENGHAPUS
The relationship!
Pencil : I’m sorry….
Eraser : For what? You didn’t do anything wrong.
Pencil :
I’m sorry cos you get hurt bcos of me. Whenever I made a mistake,
you’re always there to erase it. But as you make my mistakes vanish, you
lose a part of yourself. You get smaller and smaller each time.
Eraser:That’s true. But I don’t really mind. You see, I was made to do this. I
was made to help you whenever you do something wrong. Even though one
day, I know I’ll be gone and you’ll replace me with a new one, I’m
actually happy with my job.. So please, stop worrying. I hate seeing you
sad.
I found this conversation between the pencil and the eraser very
inspirational.
Parents are like the eraser whereas their children are the pencil.
They’re always there for their children, cleaning up their mistakes.
Sometimes along the way… they get hurt, and become smaller (older, and
eventually pass on). Though their children will eventually find someone
new (spouse), but parents are still happy with what they do for their
children, and will always hate seeing their precious ones worrying, or
sad.
This is for all parents out there…..
KASIH
Pensil : oh...maaf !!
Pennghapus : untuk apa???..kamu tidak bersalah..?!
Pensil:"
karena setiap aku salah, pasti engkau terluka , dengan selalu
membersihkan kesalahanku!,dan engkau pasti ada untukku Setiap aku
melakukan kesalahan ! engkau menghapus semua kesalahanku, walau itu
berarti harus menyakiti dirimu dan membuatmu terluka, engkau semakin
kecil dan terus semakin kecil !
Penghapus : itu benar! Tapi
tidak apa-apa, lihatlah aku diciptakan memang untuk itu , untuk
membantumu ketika kamu berbuat salah, walaupun suatu hari aku akan punah
dan harus digantikan dengan yang baru !,tapi sesungguhnya aku
berbahagia dapat melakukan itu bagimu , berhentilah khawatir akan aku.?
Dan janganlah bersedih.
Saya melihat percakapan antara pensil dan penghapus ini sangat inspirasional,
Bagaikan
kasih orng tua terhadap anaknya, yang selalu melindungi anaknya dengan
kasih dan menjaga serta menghapus kesalahan anaknya sepanjang waktu,
walaupun suatu hari sang anak menikah dan mendapat pengganti orang tua
yang semakin lemah , tetapi orangtua selalu tidak ingin anaknya
khawatir dan bersedih untuknya.!
Terimakasih untuk semua orang tua
ide dari SUMBER
Langganan:
Postingan (Atom)






